Kamis, 29 April 2010

Kekasih Sejatiku


Seseorang memanggil namaku dengan jelas pada suatu senja. Tak kukenali siapa dia. Dia melambaikan tangannya, seolah menunjukkan kerinduannya padaku. Kuamati dirinya. Tapi aku masih belum mengenalinya. Dia mulai menghampiriku. Tapi aku dengan keegoisan yang tinggi, pergi meninggalkannya untuk menghindari senja. Meski aku beranjak pergi, tapi dia tetap menghampiriku. Aku mencoba berlari untuk menghindarinya, namun dia mengejarku. Aku semakin kencang berlari. Dan dia masih terus mengejarku. Aku mulai letih, dan aku berhenti. Alhasil dia berhasil menghampiriku. Dia bertanya padaku dengan nada agak kesal "kenapa kamu berlari?". Aku menjawab "aku tidak mengenalmu, tapi kamu terus menghampiriku. Jadi aku merasa takut dan aku berlari". Dia bertanya lagi "mustahil kamu tak mengenaliku. Padahal dulu, akulah yang kau jadikan raja di hatimu. Dan akulah sinar yang selalu ada di malammu. Tak mungkin kamu melupakanku?". Aku mulai teringatkan sesuatu. Tubuhku gemetar. Bibirku membeku. Tak kupungkiri bahwa dulu hingga sekarang dia adalah kekasih sejatiku yang pernah hilang ditelan kebencian. Dulu, dia adalah raja di hatiku dan sinar di malamku. Dan sekarang, dia adalah fajar untuk senjaku. Aku tak tau untuk esok? Apakah dia masih menjadi seseorang yang sangat berarti untukku.

Aku dan Cahaya

Aku menatap gelap langit di malam hari. Aku melihat 1 cahaya kecil, namun terlihat begitu terang. Ku amati cahaya kecil itu dan ku tak berhenti memandanginya. Nampaknya akan turun hujan lebat. Semua bintang menghilang. Namun, tidak dengan cahaya kecil itu. Cahaya itu bersinar makin terang. Sungguh tak mampu kupercaya. Bahkan hingga hujan turunpun, cahaya itu juga tak kunjung hilang. Aku makin tak ingin meninggalkannya. Meskipun, tubuhku basah diguyur hujan. Ada apa ini? Apa sebenarnya cahaya itu? Pertanyaan2 itu berkecamuk di pikiranku. Aku tak mampu lagi menahan dinginnya malam yang tengah diguyur hujan. Aku masuk ke dalam rumah. Aku membenahi diriku. Aku berpikir kritis. Apa maksud cahaya tadi?...cukup lama aku berpikir, aku mulai mengerti. Apabila aku mampu menjadi orang yang lebih baik, sekecil/setidak sempurna apapun aku namun apa bila diterjang cobaan, aku yakin aku mampu menghadapinya dengan senyuman.

Senin, 05 April 2010

cuma ada di dalam mimpiku(winda in underworld)

Mimpiku ini lucu banget.
Di dalam mimpiku itu, aku masuk ke dalam tempat pariwisata yang berada tepat di bawah tanah(di dalam bumi). Tempat pariwisata itu luasnya bukan main. Selain luas, tempat itu juga indah. Mungkin, tempat itu adalah tempat pariwisata terindah yang ada di dunia. Keajaiban" yang tak terduga dan yang tak pernah ku temui di dunia, dapat aku jumpai di sana. Perlahan, aku mulai menemui hal" aneh. Aku melihat sebuah rumah yang sangat mengerikan. Tapi, aku dengan kenekatan yang lumayan tinggi, memberanikan masuk ke rumah itu. Uuuuuuppppssss...rumah itu ternyata cuma buruk di luar, begitu masuk ke dalamnya, rumah itu sangat megah dan luas. Aku makin takjub. Tak kusangka, rumah itu ada penghuninya. 2 orang wanita paruh baya, adalah pemilik rumah itu. Anehnya lagi, 2 wanita itu justru melayaniku dengan sangat ramah. Aku mulai bingung dan takut. Akhirnya, aku memilih untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, aku bertemu lelaki yang paling aku cinta, Mr. S. Aku jelas sangat bingung. Lelaki yang aku cinta tapi tidak pernah mencintaiku, justru hadir di dekatku. Dia berbicara padaku dengan suara samar. Usai bicara padaku, dia pergi.
Esoknya, dia menemuiku lagi. Dia bertanya padaku, "apa jawabanmu atas pertanyaanku kemarin?". Aku bingung, "pertanyaan apa?". "pertanyaan apakah kamu mau jadi pacar aku?". Aku makin bingung, aku juga terdiam membisu tak tahu harus menjawab apa. Setelah mempertimbangkan semuanya, aku telah mendapat jawaban yang bulat, "ya...aku mau". Kami pun berpacaran.
Aku terpikirkan untuk pergi ke tempat kemarin lagi. Dan Mr. S bersedia menemaniku. Aku dan dia pergi ke tempat itu. Tapi, kami justru ditahan di rumah megah. Kami terancam di bunuh oleh 2 wanita pemilik rumah itu. Entah alasan apa 2 wanita itu ingin membunuh kami Mr. S mencari cara agar kami dapat keluar dari rumah itu. Dengan segala usaha, kami akhirnya berhasil keluar dari rumah itu. Kami juga langsung mencari jalan untuk keluar dari tempat pariwisata itu. Tapi, kami tidak menemukan jalan keluar(kami tersesat). Kami terus berdoa dan berusaha, alhamdulillah kami akhirnya sampai juga di transit antara atas bumi dengan inti bumi.
Dan selanjutnya, aku terbangun dari mimpiku itu.