Kamis, 29 April 2010

Kekasih Sejatiku


Seseorang memanggil namaku dengan jelas pada suatu senja. Tak kukenali siapa dia. Dia melambaikan tangannya, seolah menunjukkan kerinduannya padaku. Kuamati dirinya. Tapi aku masih belum mengenalinya. Dia mulai menghampiriku. Tapi aku dengan keegoisan yang tinggi, pergi meninggalkannya untuk menghindari senja. Meski aku beranjak pergi, tapi dia tetap menghampiriku. Aku mencoba berlari untuk menghindarinya, namun dia mengejarku. Aku semakin kencang berlari. Dan dia masih terus mengejarku. Aku mulai letih, dan aku berhenti. Alhasil dia berhasil menghampiriku. Dia bertanya padaku dengan nada agak kesal "kenapa kamu berlari?". Aku menjawab "aku tidak mengenalmu, tapi kamu terus menghampiriku. Jadi aku merasa takut dan aku berlari". Dia bertanya lagi "mustahil kamu tak mengenaliku. Padahal dulu, akulah yang kau jadikan raja di hatimu. Dan akulah sinar yang selalu ada di malammu. Tak mungkin kamu melupakanku?". Aku mulai teringatkan sesuatu. Tubuhku gemetar. Bibirku membeku. Tak kupungkiri bahwa dulu hingga sekarang dia adalah kekasih sejatiku yang pernah hilang ditelan kebencian. Dulu, dia adalah raja di hatiku dan sinar di malamku. Dan sekarang, dia adalah fajar untuk senjaku. Aku tak tau untuk esok? Apakah dia masih menjadi seseorang yang sangat berarti untukku.

2 komentar: